Lihatlah….
…semilir angin malamku masih sejuk
Mengalunkan kidung sebuah harmoni….
….rabalah lekas..kehangatan akan pelan mengalir
Penemuanku atas nama cinta…
….mengartikan bila malam tak selamanya pekat
Masih ada cahaya yang mencoba berdamai…
…dan itu adalah kerinduanku padamu
Andai bintang disana hanya terbilang satu….
….belum tentu akan kupertaruhkan buatmu
Bila ternyata esok adalah kematianku…
…tak perlu sungkan untuk tak menangisiku
Aku tak pernah memintamu berjanji…
….atau setia berharap pada waktu yang kosong
Apakah perlu kutampar impianmu…
…hey..aku masih manusia yang bisa berubah !
Mungkin dilain waktu dulu aku adalah satumu…
….dan mungkin juga sekarang masih sama
Hanya saja aku tak tega menyandarkan hidupku lagi…
…pada satu dusta dan seribu kebaikanmu
Aku tak lagi memandang pentingnya pelangi…
….bila indahnya selalu diawali kedukaan
Karena aku bukanlah anak kecil….
…yang setia menanti gula-gula dalam tangisnya
Aku coba menjadi aspal jalananmu….
….lewati…ludahi dan anggap saja begitu
Bila seketika kau sadari kehilangan atasku…
…akan terasa langkah yang terjal menghantuimu
Lekas kita beranjak dari semilir ini….
….dia akan tetap menawarkan asa buat kita
Sedang aku dan mu adalah utara selatan….
…titik tengah adalah hal mustahil yang kita punya.
Sby, 050908.2219
…semilir angin malamku masih sejuk
Mengalunkan kidung sebuah harmoni….
….rabalah lekas..kehangatan akan pelan mengalir
Penemuanku atas nama cinta…
….mengartikan bila malam tak selamanya pekat
Masih ada cahaya yang mencoba berdamai…
…dan itu adalah kerinduanku padamu
Andai bintang disana hanya terbilang satu….
….belum tentu akan kupertaruhkan buatmu
Bila ternyata esok adalah kematianku…
…tak perlu sungkan untuk tak menangisiku
Aku tak pernah memintamu berjanji…
….atau setia berharap pada waktu yang kosong
Apakah perlu kutampar impianmu…
…hey..aku masih manusia yang bisa berubah !
Mungkin dilain waktu dulu aku adalah satumu…
….dan mungkin juga sekarang masih sama
Hanya saja aku tak tega menyandarkan hidupku lagi…
…pada satu dusta dan seribu kebaikanmu
Aku tak lagi memandang pentingnya pelangi…
….bila indahnya selalu diawali kedukaan
Karena aku bukanlah anak kecil….
…yang setia menanti gula-gula dalam tangisnya
Aku coba menjadi aspal jalananmu….
….lewati…ludahi dan anggap saja begitu
Bila seketika kau sadari kehilangan atasku…
…akan terasa langkah yang terjal menghantuimu
Lekas kita beranjak dari semilir ini….
….dia akan tetap menawarkan asa buat kita
Sedang aku dan mu adalah utara selatan….
…titik tengah adalah hal mustahil yang kita punya.
Sby, 050908.2219
No comments:
Post a Comment