22 February 2009

My Dear, Dhisya….

Tengadahkan getaran amarah terpendam….
…bersama sehembusan angin dingin yang kering
Sinar senja temaram punah…
..sepertinya dihakimi oleh purnama yang kesekian
Ku dapat kembali perih meluap ini…
….remukkan penantian yang terus kujalani
Merayap pada setiap helaan darahku…
…menyayat air mataku pada ketakberdayaan
Tanganku hanya sanggup terkepal….
…tanpa mampu lontarkan tinju pada kekosongan
Kakiku lunglai menyandar di gerusan sang waktu…
….haruskah kulompat dari atas gedung ini ?
Aku ingin bertahan pada keyakinanku…
…menahan setia dalam bingar kepedihan
Terus memaksaku mengais sisa keberanian..
….untuk menatap mata sebening hati..milikmu
Layakkah aku menantimu disini….
..dalam harap hampa dan penuh ludah ?
Atau…salahkah aku bila kupendam semua…
…bersama luka hati tanpa kau tahu ?
Hatiku memujamu…
..seakan kau selalu menghiasinya dengan bintang
Mungkinkah aku mencintaimu…
…benarkah aku keliru mengartikan dirimu ?
Lalu harus kusebut apa rasa ini…
…jika antara perih dan menyayangi begitu jelas
Ataukah ini semua memang hanya akhir jalanku….
….saat diri tak rela kau terjamah yang lain.

Surabaya, 120907.2358

Sore di Paris

Rien…
…tak adakah penyesalanmu atasku ?
Aku hanyalah iblis berbalut cinta….
..dan mengapa kamu terus mengingkarinya ?
Pagiku adalah gelapmu..tak ada sinar…
..terus merengkuhmu seperti harapan
Sedang malamku adalah pesta atasmu…
…yang menghisap hingga lupamu menjadi tuanmu
Rien…
…engkau adalah persembahan bagi altarku
Hanya sebaris nama…tak berarti…
..hanya berupa deretan nomor-nomor
Dirimu serupa air pelepas dahagaku..
..hanya kureguk saat haus menyergapku
Seandainyapun aku bukan aku…
…tetap tak akan pernah kupilih dirimu
Rien…
..hentikan angan-anganmu akan kita
Hentikan niatmu atasku…ketulusan tak ada…
…dan kembalilah pada cintamu
Dihatiku tak kusentuhkan cinta…
…apalagi memandang arti pengorbanan
Yang ada hanya rasa sementara…
…ada uang kau bisa beli cintaku..tapi tak selamanya
Rien…
..pandangi saja senja ini..jangan peluk aku terus
Aku hanya bisa memberimu kenangan indah…
…dan hanya kesenangan yang ku ingin darimu
Jangan coba cari artimu dimataku…
….karena aku bisa binasa ditanganmu
Jangan ajak aku pandangi senja ini…
…karena aku bisa jatuh cinta padamu.

Surabaya, 120907.2209

Ingatlah sebuah penyesalan

Hilang itu kembali hadir…
…padahal mati-matian aku menghapusnya
Hadir begitu saja membawa cerita usang…
..tentang sebuah kerinduan..tentang satu keinginan
Semestinya kau tak usah kembali..
…atau bahkan jangan pernah mimpikan aku lagi
Aku kini telah menyadari…
..tak perlu terlalu jauh untuk memandang hidup
Seharusnya semua ucapmu telah lama usai…
…selepas kau palingkan satu janji dan ingatlah itu
Jauh tapakku tak mungkin akan terhenti…
…hanya untuk melihat adakah jejakmu disana
Jangan pernah ungkapkan betapa besar penyesalanmu..
…bila kau tak pernah tahu arti sebuah sisi yang tlah hancur
Tak perlu lagi ada kata maaf atau memaafkan…
..karena kesalahan hanya akan ditimpakan pada sang angin
Aku telah menjadi manusia biasa…
…yang pernah begitu menikmati derita titipanmu
Hingga aku pasrah pada kehilanganku…
….tapi bukan atas kehilanganmu
Percayalah…
….aku tak akan pernah menyesalimu
Aku tak percaya bila kini akulah satu-satumu..
…kemana pilihan-pilihanmu dulu ?
Pulanglah ke tempatmu….
..dimana pernah kau temukan ketenangan tanpa setia
Pergilah dan jangan sekalipun kembali lagi…
….disini aku telah menjadi arti..tanpamu.

Surabaya, 120907.2125

Ku terluka

Kulukis dirimu disudut hati ini….
…sambil kubayangkan bahwa kau pernah ada
Membuat ku mengerti bila kita adalah kertas putih…
…hitam,..hijau..atau merahpun jelas teraba mata
Airmataku adalah sebuah keinginan…
….menjadi mahal karna tak sanggup kuberi
Menyentuhkanku…
…bahwa dirimu memang benar menunggu
Beruntungkah aku atas semua ini….
…..bila aku masih tak bisa meraihmu ?
Meski kau tetap tersenyum….
…meski yang kau tunggu itu adalah aku !
Sementara jauh langkahku bukan untukmu…
…mencoba terus menjadikanmu selarik masa lalu
Tapi apakah pernah…apakah aku mampu…
….menjadikanmu masa lalu tanpa getaran cinta ?
Senyummu membuatku makin bertanya…
…mengapa ingin menunggu bila tak ingin milikiku ?
Keyakinanmu pada sebuah kisah….
..harus membentur hancur pada kenyataan
Aku tak ingin merubah semua….
…benar atau salah engkau pasti setuju
Bila janji dan ingkar bukanlah segala…
….bila setia adalah jawaban kepura-puraan
Cintaku kini adalah getaran yang sama….
…milik hati yang tak ingin kulukai
Cobalah terbang tinggi diawan…cari jawabnya..
….apakah engkau masih tetap ingin menunggu ?

Sby, 050908.2041

30 hari mencari cinta

Engkau tak butuh cintaku…
…akulah yang mengemis-emis cintaMu
Cinta ini milikMu…
…dan bahagiaku atas hakMu untuk kumemintanya
Aku tersenyum pada kelapangan buatku…
…karna kasihMu aku bisa berjihad lagi dikalimatMu
Walau aku terlalu sering terkapar dikaki nafsu…
…tapi bendera keyakinanku tetap terkibar tak terkapar
Melewati setiap hembusan dosaku dalam takdirMu…
…adakah jalan untukku kembali padaMu ?
Jadikan aku sebagaimana orang-orang sebelumku….
…sukarela jalani semua telunjukMu secara khafah
Suka cita selalu kusambuti fajar yang belum seufukpun….
….sembah sujud pasrahku memeluk senja berhias kalamMu
Semua tanyaku ada dijawabMu…
….lapar..dahaga.. jawabannya tetap SURGA !
Kerinduanku akan Ramadhan ini begitu sesaki dadaku..
…..dan ijinkan aku untuk menikahinya lagi
Karna hanya disini kutemukan diskon 99% atas dosaku…
…dan Lailatul Qodar sebagai doorpricenya
Rangkullah aku dengan Ar-RahmanMu….
….dekaplah erat dalam Ar-RahimMu yang satu
Kukejar kemenangan yang terjanjikan….
….30 hari aku mencari cintaMu, Ya Allah.

Sby, 030908.1947

Janji yang kutepati

Seharusnya tak perlu kudengar lagi…
…harusnya bahkan tak perlu kutahu
Bila kegamanganmu adalah cerita buatku…
…memaksaku mengangguk pada keinginanmu
Detik yang menghadirkan getaran ini kembali..
..aib..dan aib…itu saja !
Nyata memang kamu adalah si rusuk yg bengkok..
…percuma kuluruskan bila liarku yang bicara
Berpikirlah….
..pergunakan otakmu sejenak saja..kalau masih ada
Bukankah aku adalah musuh hatimu dulu ?…
..bukankah bisa kulacurkan semua kisahmu ?
Lihatlah dengan mata butamu….
…tak selamanya sakit hati dibalas api, bukan ?
Rasakan semua dengan airmatamu…mungkin perih…
….sadariku ternyata acuhmu dulu kubalas peduliku kini
Aku bukan pendewa sakit hati…
…tapi aku orang-orang penuh dendam
Dulu pernah kujanji akan kubalas….dan tlah kutepati…
….walau kini manis balasku malah sentuh rapuhmu
Semua yang kau rasa sebagai peduliku…
…tak lebih dari sekedar sebuah kerinduan saja
Terimakasih….
….andai ada kesempatan kedua.

Sby, 010908.2253



Saat hati bicara cinta

Adalah hati bila ingin berbagi…
….walau bibir tak lagi mampu setuju
Aku memandangmu dengan hatiku…
…menyemirnya dengan salju-saju harapan
Dingin…tapi putih…
…mencair dan menghidupkan
Bila waktu berhenti berdetak…
….dimanakah kita disaat itu ?
Masih adakah engkau disampingku…
..menemani atau sekedar menertawai ?
Saat hati bicara cinta…
….mataharipun meredup walau tanpa awan
Jendela pagi masih terbuka setengah siang..
…menyisakan basah embun yang tersentuh
Untuk apa kita bila tak ada bahagia ?
..katakan bahagia walaupun tidak !
Perjalanan pasti ada akhir…
….dan akhiran menjadi batas keangkuhan
Runtuhnya sebuah ketegaran akan kebimbangan…
…berlutut pasrah pada rindu yang satu
Nyata cinta tak pernah berpaling….
…mungkin pernah samar tapi tak pernah hilang
Hingga saat panen itu datang bersama pipit….
….membawa nyanyian lesung hati bersuka cita
Melayanglah bintang-bintang kelam…
…jangan hanya menempel pada lelangitan
Sinarilah kekelamanmu sendiri…
…karena aku sedang bermandi cahaya
Disini aku pernah merasa sungguh terluka…
…tapi janjiku mungkin akan menyembuhkan
Kasih dan sayang adalah cerita usang…
….tapi dengan airmata semua menjadi indah
Terima kasihku untuk satu hati….
…yang selalu coba mempertahankanku.

Sby,140208.2223


Menangislah..aku tak peduli !

Kekasih…
…aku begitu terasing dalam kepedihan ini
Mengapa cinta kita tak lagi hilangkan dahaga…
…adakah kamu memang tersenyum dalam tangismu ?
Tangis yang selalu beralaskan sama….
…makin membuktikan betapa hinanya aku didepanmu
Diamku adalah baik-baik saja menurutmu…
…coba kau ingat berapa janji yang kau buat
Aku muak diam…
….aku lelah untuk selalu memberi ruang
Tidak mungkin aku berpaling….
…namun tak ada salahnya bila mulai kupikirkan
Keyakinan yang terus kutaburkan….
..ternyata tak tersemai bahkan menjadi bunga bangkai
Jangan paksa lagi untukku mengerti…
…tentang apa, dimana, dan mengapa pada siapa
Dan harusnya kau mulai sadari…
…adalah berhenti yang kini mulai jadi pilihan
Menangislah yang keras….
…sepertinya aku mulai tak peduli lagi
Nyata tak mampu kujadikan pelangi-pelangi itu…
…sebagai alas hantaran buatmu
Tak mudah bagiku gapai bintang dilangit…
….tak mungkin kupintal buih dilautan.

Sby, 070308.2224

Aku sebuah gelas ?

ku ragu siluet terangmu….
…hatiku parah dalam tangis
engkau serupa detik-detikku…
….acuhku bila makiku masih untuk yang lain
aku tak peduli pada kepingan….
…remuk berderai sekunar yang ku jaga
perihku sembunyi dilarik an senyummu…
…biar ketegaran kumiliki sendiri
lalu waktu kembali memapah…
….mengamitku merajut kepingan terserak
nyaris sebagai gelas bunga sempurna….
…utuh..tapi tanpa isi
tiba-tiba hitunganku menampar…
….aku telah setengah mati membodohi takdir
ternyata rajutanku tak pernah utuh…
…masih ada satu kepingan yang tak ketemu
hingga buram mataku ditasik yang nanar…
…jelas kulihat sekepingku di dirimu
aku adalah gelas itu ?
….atau..kau rela membuatku utuh ?
sekeping bisa berarti biasa saja…
…namun keranda waktu mengadiliku
mengguruiku…
….sekaligus mengusung jiwa-jiwa resahku padamu
mungkin buatmu tak ada yang berubah…
…walau nyatanya kau memang kepingan akhir sang gelas.

sby, 030303.1138


Mengapa kau salah menilaiku ?

Hey…
..mengapa kau menangis melihatku seperti ini ?
Apa karena aku terlanjur bijak buatmu…
…hingga kau pikir aku tak bisa sakit hati
Sekian waktu aku menahan keluh…
…dan bukannya aku tak pernah mengeluh !
Sisi manusiaku tak pernah sembunyi…
..hanya dirimu saja yang tak mau mengerti
Aku masih bisa berdarah…
…dan aku tak pernah segan menangisimu
Kau sanjungkan aku sebagai laki-laki tangguh…
….padahal rapuh adalah bagian terkuatku
Tapi apakah semua harus kutampakkan…
…haruskah kuserahkan padamu ?
Seharusnya tanpa melihatpun kau bisa meraba…
….dan tanpa terangpun mestinya kau tak buta
Sedangkan aku terus kau lawan dengan nyatamu…
…padahal susah payah ku buat kita seimbang
Kuakui jalan kita selalu bermasalah….
….layakkah bila cuma diartikan dari satu sisi ?
Katamu aku adalah penyempurnamu…
…tanpaku kau hanyalah sebelah hati yang kosong
Katakan itu semua pada didinding dustamu…
…..coba buktikan bila aku salah menilai
Mungkin aku terlalu idealis…
…tapi tak pernah sekalipun aku menuntut
Aku memang tak pernah berkata maaf…
…namun bukan berarti aku tak mengaku salah
Aku hanya mencoba meraihmu….
….dan menjalani semua dengan hati yang satu
Roda hatiku tak pernah ada cadangan…
…sekali terobek aku ikhlas berhenti..mengakhiri.

Surabaya,231007.2342


Berhentilah !

Berhentilah…
…coba lihat..jalan tak pernah hanya satu
Aku tak bisa menerimamu….
..aku takut nanti menyalahkan khilaf
Aku jelas bukan idamanmu…
…tanyalah itu sekali lagi pada hatimu
Jangan pernah yakini yang sesaat…
….aku tak mau menertawai dusta
Apa yang kau pandang indah…
…mungkin hanya dahaga jiwamu
Apa yang kau pikir sempurna…
..mungkin hanya satu fatamorgana saja
Aku tak pernah menyalahkanmu…
…atau mencoba berkilah dari kesadaran
Aku hanya tak bisa menyertakanmu…
..saat jalanku bukan lagi sekedar pilihan
Aku hidup dijalur cepat…
…tak pernah lagi bisa berhenti sejenak seenaknya
Telah ada satu tujuan didepanku…
….dan aku harus tega katakan ini semua
Lebih baik kepedihan ini kau rasa sekarang…
…karena aku bukanlah awal jalanmu
Aku ingin kesedihan ini menghadirkan senyum…
.. daripada penyesalan ada diantara kita nanti
Ini semua bukanlah kesalahanmu…
…bila kecewa dan gundah butuh sandaran
Dan ini bukan perasaan bersalah…
…ini hanyalah sebuah persimpangan.

Surabaya, 200907.2301

Bacalah Dari Sisi Hati

Air mata itu bergulir lembut…
..ingin kusentuh..tapi tak mampu !
Mengapa kau begitu terluka…
..mengapa selalu kau artikan salah ?
Aku tak pernah meludahimu…
…aku tak akan meludahimu
Tapi mengapa selalu ada api menurutmu…
…jelas makna itu tak pernah kau baca
Adaku disini karena kerelaanku…
..tanpa kau paksapun aku tetap disini
Coba hitung niatku untuk pergi…
…pasti kembali lagi hanya untukmu
Dan berapa kalipun aku begitu iblis…
….hatimulah yang kembalikan sayapku
Tolong beri aku pengorbanan lagi…
…carilah makna itu disaat gelap hatiku
Berilah arti pada bisik keyakinan hatimu..
..jangan cuma artikan ucapanku semata
Apakah kamu terlanjur lelah..
…haruskah kita sejenak bersandar pada bodoh ?
Kamu dan aku adalah ego yang bersekutu..
..saling menyalahkan adalah pemujanya
Haruskah kita letakkan ini semua..
…diam dan biarkan hati saja yang bicara ?
Mungkin esok yang akan menjawab…
…bisakah kau tahan air matamu saat ini ?
Yakinlah bila aku tak pernah berubah…
..walau aku tetap tak suka air matamu.

Surabaya, 200907.2233


Ku Terluka

Kulukis dirimu disudut hati ini….
…sambil kubayangkan bahwa kau pernah ada
Membuat ku mengerti bila kita adalah kertas putih…
…hitam,..hijau..atau merahpun jelas teraba mata
Airmataku adalah sebuah keinginan…
….menjadi mahal karna tak sanggup kuberi
Menyentuhkanku…
…bahwa dirimu memang benar menunggu
Beruntungkah aku atas semua ini….
…..bila aku masih tak bisa meraihmu ?
Meski kau tetap tersenyum….
…meski yang kau tunggu itu adalah aku !
Sementara jauh langkahku bukan untukmu…
…mencoba terus menjadikanmu selarik masa lalu
Tapi apakah pernah…apakah aku mampu…
….menjadikanmu masa lalu tanpa getaran cinta ?
Senyummu membuatku makin bertanya…
…mengapa ingin menunggu bila tak ingin milikiku ?
Keyakinanmu pada sebuah kisah….
..harus membentur hancur pada kenyataan
Aku tak ingin merubah semua….
…benar atau salah engkau pasti setuju
Bila janji dan ingkar bukanlah segala…
….bila setia adalah jawaban kepura-puraan
Cintaku kini adalah getaran yang sama….
…milik hati yang tak ingin kulukai
Cobalah terbang tinggi diawan…cari jawabnya..
….apakah engkau masih tetap ingin menunggu ?

Sby, 050908.2041



11 February 2009

Tipuan Pelangi

Lihatlah….
…semilir angin malamku masih sejuk
Mengalunkan kidung sebuah harmoni….
….rabalah lekas..kehangatan akan pelan mengalir
Penemuanku atas nama cinta…
….mengartikan bila malam tak selamanya pekat
Masih ada cahaya yang mencoba berdamai…
…dan itu adalah kerinduanku padamu
Andai bintang disana hanya terbilang satu….
….belum tentu akan kupertaruhkan buatmu
Bila ternyata esok adalah kematianku…
…tak perlu sungkan untuk tak menangisiku
Aku tak pernah memintamu berjanji…
….atau setia berharap pada waktu yang kosong
Apakah perlu kutampar impianmu…
…hey..aku masih manusia yang bisa berubah !
Mungkin dilain waktu dulu aku adalah satumu…
….dan mungkin juga sekarang masih sama
Hanya saja aku tak tega menyandarkan hidupku lagi…
…pada satu dusta dan seribu kebaikanmu
Aku tak lagi memandang pentingnya pelangi…
….bila indahnya selalu diawali kedukaan
Karena aku bukanlah anak kecil….
…yang setia menanti gula-gula dalam tangisnya
Aku coba menjadi aspal jalananmu….
….lewati…ludahi dan anggap saja begitu
Bila seketika kau sadari kehilangan atasku…
…akan terasa langkah yang terjal menghantuimu
Lekas kita beranjak dari semilir ini….
….dia akan tetap menawarkan asa buat kita
Sedang aku dan mu adalah utara selatan….
…titik tengah adalah hal mustahil yang kita punya.

Sby, 050908.2219