ku ragu siluet terangmu….
…hatiku parah dalam tangis
engkau serupa detik-detikku…
….acuhku bila makiku masih untuk yang lain
aku tak peduli pada kepingan….
…remuk berderai sekunar yang ku jaga
perihku sembunyi dilarik an senyummu…
…biar ketegaran kumiliki sendiri
lalu waktu kembali memapah…
….mengamitku merajut kepingan terserak
nyaris sebagai gelas bunga sempurna….
…utuh..tapi tanpa isi
tiba-tiba hitunganku menampar…
….aku telah setengah mati membodohi takdir
ternyata rajutanku tak pernah utuh…
…masih ada satu kepingan yang tak ketemu
hingga buram mataku ditasik yang nanar…
…jelas kulihat sekepingku di dirimu
aku adalah gelas itu ?
….atau..kau rela membuatku utuh ?
sekeping bisa berarti biasa saja…
…namun keranda waktu mengadiliku
mengguruiku…
….sekaligus mengusung jiwa-jiwa resahku padamu
mungkin buatmu tak ada yang berubah…
…walau nyatanya kau memang kepingan akhir sang gelas.
sby, 030303.1138
22 February 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment